Postingan

Doa Membuat Segalanya Menjadi Lebih Baik

Sekitar tiga puluh menit yang lalu aku mendapat kabar yang kurang menyenangkan. Lewat pesan singkat pihak lembaga dimana aku melamar pekerjaan memberitahuku bahwa aku belum lolos untuk tahap tes selanjutnya. Belum habis aku membaca pesan itu air mataku langsung menggenang di pelupuk mataku. Tak dapat kubendung lagi perasaan sedih yang menyelimuti hatiku. Rasanya seperti diiris-iris, begitu ngilu dan perih. Entah sejak kapan hampir seluruh wajahku menjadi basah oleh air mataku. Bahuku naik turun karena tersedu sedan. Aku merasakan kekecewaan yang amat mendalam. Saat aku menangis aku tahu bahwa ini tidak apa-apa, daripada aku harus bersikap sok tegar. Aku tidak memikirkan apapun, aku hanya sedih, aku hanya menangis. Tak lama kemudian Erik meneleponku dan menanyakan kabarku. Aku langsung menceritakan kepadanya tentang apa yang baru saja aku tahu. Sebuah pesan singkat yang membuatku menangis selama hampir lima menit. Dari seberang Erik menyampaikan kekecewaannya juga, karena ia dan aku ...

Pentingnya Menyendiri

3 Januari 2017      Di zaman yang serba modern ini, banyak orang terhanyut oleh berbagai aktivitas dan kesibukan duniawi. Bagi para orang tua, ia dikejar oleh urusan rumah tangganya, mengurus anak, dan pekerjaan. Bagi para dewasa muda, ia mencari makna hidup dengan mulai bekerja, menata hubungan dengan calon pasangan hidupnya, dan kebanyakan orang pada usia ini mulai semakin mendekatkan diri pada Tuhan. Mereka yang masih sekolahpun juga memikul beban berat, belajar, mengerjakan PR dan tugas sekolah, dan menjalani kehidupan bersosial dengan teman sebayanya.      Dari semua aktivitas tersebut jika terus dilakukan tanpa henti akan menimbulkan rasa jenuh bagi seseorang, terutama mereka yang memiliki jam terbang tinggi, sampai muncul istilah “makan pun tak sempat”. Hal ini juga berlaku untuk saya. Dulu saya sempat memiliki kesibukan yang luar biasa padatnya, sampai-sampai membuat saya kurang tidur. Tepatnya waktu saya kuliah, apalagi jurusan yang saya gel...

I Have No Idea

Gambar
Gambar dari google.com Belakangan ini aku kurang begitu suka dengan mood ku, tapi aku juga sangat menikmatinya. Kenapa? Itu karena akhir-akhir ini aku lebih suka tidak melakukan apapun, termasuk menulis. Kalau untuk urusan membereskan rumah dan membantu kecil-kecilan pekerjaan mama tetap aku lakukan, tapi untuk hal yang menyangkut dengan pengembangan diri rasanya seperti tidak ada gairah. Sering aku bertekad ingin bangun pagi supaya bisa melakukan "kemenangan-kemenangan kecil" seperti membaca, menulis, atau meditasi, namun ujung-ujungnya aku malah selalu menundanya sehingga aku hanya melalui hari tanpa melakukan sesuatu yang berharga (itu pikirku). Sampai saat ini sepertinya semua hanya akan menjadi keinginan. Ya, keinginan yang sulit untuk direalisasikan. Sepertinya terlalu kejam jika aku memvonis diriku sebagai pemalas, walaupun memang kuakui tantangan besar dalam mewujudkan mimpi adalah rasa malas yang justru berasal dari diri sendiri. Setidaknya aku sudah punya...

OMG, Kulitku Iritasi! Gimana Dong?

Gambar
Hi everyone , aku ingin bertanya apakah kalian pernah mengalami masalah dengan kulit wajah? Hmm, aku pikir setiap orang pernah mengalaminya, baik tua maupun muda, cewek ataupun cowok. Entah itu karena kondisi hormon di dalam tubuh yang sedang tidak seimbang, makanan yang tidak sehat, pola hidup yang kurang baik, belum bisa bayar hutang, ingin konsultasi skripsi tapi dosen tak kunjung dapat dijumpai, ngeliat baju kece di mall tapi tak sanggup beli, atau karena habis diputusin pacar? Yah, intinya peristiwa-peristiwa hidup yang mengundang stress lah ya, dimana stress itu sendiri bisa memicu masalah bagi kulit seperti jerawat hingga cepat tua! Hehehe. Salah satu dari sekian banyak masalah kulit wajah adalah iritasi. Yup, langsung ke inti persoalan, baru-baru ini aku mengalami iritasi di kulit wajahku. Aku menyadarinya saat aku abis mandi kemarin, waktu aku abis mengoleskan face serum ke wajahku. Waktu itu aku melihat di kulit wajahku terutama di bagian pipiku terdapat ruam merah, sel...

Tentang Berdoa

Gambar
Gambar dari google.com Dulu ketika saya berdoa, saya selalu berfokus pada permohonan saya, yaitu apa yang saya inginkan, apa yang saya harapkan terjadi. Hal ini tidak salah, mengingat doa adalah sarana kita berkomunikasi dengan Tuhan dan menyampaikan harapan-harapan kita. Namun doa menjadi sesuatu yang kurang tepat apabila kita berpikir bahwa apa yang kita minta atau sebutkan dalam doa adalah yang terbaik bagi kita. Sejatinya pikiran manusia tidak selalu dapat menggapai maksud dan keagungan Tuhan. Saya ingat dulu ketika apa yang saya minta dalam doa tidak terkabul saya menjadi sedih, kecewa, dan merasa semuanya sia-sia. Buat apa saya berdoa, toh hasilnya nihil juga. Begitu pikir saya. Saya lupa bahwa segala keinginan-keinginan itu berasal dari pikiran kita, dan pikiran itu bukanlah diri kita yang sejati. Jadi buat apa melekat pada hal-hal yang tidak abadi? Bukan berarti kita menjadi tidak boleh memiliki keinginan, mempunyai cita-cita dan mimpi itu sah-sah saja selama kita tida...

Menentukan Pilihan

Banyak orang mengatakan bahwa hidup adalah perjuangan. Hidup adalah sesuatu yang harus diusahakan. Tak dapat dipungkiri tidak sedikit penderitaan yang dialami banyak orang dalam hidupnya. Terlepas dari berbagai definisi dan sudut pandang tentang hidup, ada hal penting yang mesti disadari, yaitu bahwa hidup adalah tentang membuat keputusan di setiap saatnya. Tak jarang kita dihadapkan pada pilihan ingin makan nasi atau makan mie, ingin mengenakan baju yang berwarna merah atau hitam, ingin menunda menikah atau segera naik ke pelaminan. Pilihan-pilihan sederhana seperti kita akan makan apa, lebih memilih sepatu yang mana untuk dipakai ke pesta adalah pilihan-pilihan yang tidak mengundang risiko yang terlalu besar, namun bagaimana jika pilihan-pilihan yang harus dibuat adalah mengenai perkara yang lebih besar dan serius, yang dapat memengaruhi keadaan bahkan hidup kita? Itu semua pilihan. Namun terkadang menentukan pilihan terasa berat, ketika kita tidak mengenal dan memahami persoalan ...

Hari Pertama Ke Kampus

11 Juli 2016        Pagi ini rencananya aku akan menemui pembimbing utama skripsiku, sebut saja Nyonya S. Seperti biasa masih pukul lima pagi alarm hapeku sudah berbunyi dan membangunkanku dari mimpi aneh semalam. Tapi sayangnya upaya alarmku itu tidak begitu berhasil. Beberapa detik setelahnya, aku tak mampu melawan rasa kantukku dan aku pun tidur lagi. Alhasil aku baru benar-benar bangun jam tujuh setelah sebelumnya aku berdoa. Aku makan buah apel dan minum air putih hangat. Ekspektasiku berkembang liar, bahwa pagi ini tepat pukul setengah delapan aku sudah otw ke kampus dan di sana ada tiga target yang akan menyambutku dengan senyuman manis plus pelukan hangat (oh ya, yang terakhir itu aku rasa sedikit berlebihan). Tiga orang targetku itu adalah kedua dosen penguji dan tentunya Nyonya S tadi.        Well, tampaknya ini salah satu kebiasaan burukku, yaitu, senang menunda-nunda sesuatu. Jika ada orang yang berpegang teguh pada prinsip, apapu...

Cinta Tuhan dalam Makananku

19 Juni 2016 Sepulang misa tadi, aku dan ibuku pergi ke pasar yang jaraknya tak jauh dari gereja. Berbagai macam masakan yang dijual oleh ibu parubaya berwajah oriental seolah memanggilku minta dibeli. Pilihanku jatuh pada masakan kulit babi yang ditumis kuah dengan tomat dan bombay. Sebelumnya aku sudah sering membeli masakan itu dan menurutku rasanya sangat enak! “Pasti cocok untuk sarapanku pagi ini”, gumamku dalam hati. Aku langsung memindahkan makanan yang kubeli itu ke dalam mangkok saat tiba ke rumah. Perutku yang sudah keroncongan membuatku tanpa ba bi bu lagi menyendok nasi dari magic jar untuk kusantap bersama kulit babi tadi. Ada juga sop darah babi yang ibuku beli di kantin dekat gereja, dan telur dadar isi sisa semalam. Tak lupa kupanjatkan doa dan syukur sebelum makan. Pada suapan pertama, aku sengaja memejamkan mata, merasakan makanan yang sudah bercampur mendarat di lidahku. Betapa lezatnya! Aaah… Aku merasakan cinta Tuhan di setiap kunyahanku. That’s a simple thi...

Belanja Belinji with Mama

Gambar
4 Juni 2016 Malam minggu kali ini terasa sedikit berbeda dari biasanya. Yup, biasanya aku selalu menghabiskan waktuku dengan Erik, tapi malam ini aku pergi jalan-jalan dengan mama. Kebetulan ada resepsi pernikahan anak teman mamaku yang harus kami hadiri sebelumnya. Setelah perut terasa kenyang kami melanjutkan tujuan kami ke Mall. Mama bilang ingin beli sepatu baru untuk mengajar. Banyak orang yang lalu lalang untuk berbelanja atau hanya untuk melihat-lihat, termasuk kami. Memang sudah menjadi niatku untuk melihat toko aksesoris yang ada di pojok Mall, aku berencana ingin membeli tas pesta jika memang ada yang menarik. Tapi belum sepenuhnya kami sampai di toko, seorang pegawai berpakaian a la sailor moon menaruh sebuah tas hitam nan manis di jejeran tas yang bergantung dengan rapi. Seperti kebiasaanku yang pasti membeli sesuatu yang aku sukai pada pandangan pertama, begitu pula dengan tas ini. Aku langsung jatuh hati melihat bentuknya, warnanya, modelnya yang sederhana tapi sangat ...

Bahagia Itu Hidup di Masa Kini

Gambar
5 April 2016 Gambar dari google.com Akhir-akhir ini saya sering membaca artikel bertemakan Filsafat yang membahas tentang pikiran, penderitaan, dan kebahagiaan. Saya tidak akan membahasnya terlalu detail, yang jelas dalam situs pribadi tersebut ia memaparkan bahwa penderitaan berasal dari pikiran dan kebahagiaan adalah saat kita tidak berpikir, tapi saat kita menikmati dimanapun dan kapanpun kita berada. Kita musti hidup di masa kini untuk merasakan “masa kini” seutuhnya, tidak mencemaskan masa lalu ataupun masa depan. Jujur ini perlu latihan dan keberanian untuk “menelanjangi” pola pikir kita yang lama. Kita disuruh untuk hidup dari saat ke saat. Itu disebut dengan kejernihan berpikir. Saya sangat bersemangat untuk terus berlatih, walaupun seringkali saya gagal namun kegagalan itu tidak masalah selama saya tetap terus mau mencoba. Dan tanpa saya sadari kapan saya mulai mahir melakukan kejernihan berpikir. Semenjak saya berlatih saya tidak mudah terpengaruh dengan perasaa...

Hari Kedua Tidak Masuk Dinas Karena Sakit

Gambar
29 Maret 2016 Hari ini adalah hari kedua aku tidak masuk dinas. Aku ingat bagaimana rasa sakit menyerang sekujur tubuhku kemarin. Pagi itu aku bangun dengan keadaan yang sangat tidak nyaman. Kepalaku sakit, pusing sekali. Badanku panas. Dan tenggorokanku terasa tercekat, menelan ludah saja aku takut-takut. Tanpa ragu aku membuat keputusan untuk tidak masuk dinas karena aku yakin aku tidak akan sanggup menjalani dinas dengan keadaan seperti ini. Aku mengirim kabar kepada temanku, Eta lewat sms supaya ia memberitah Suster (pembimbing lapanganku saat ini di ruang operasi) kalau aku tidak bisa masuk karena sakut. Setelah itu aku menghubungi Erik supaya ia bisa membelikan sarapan dan mengantarkanku berobat.  Tak lama Erik datang ke kostku. Kupaksakan ragaku untuk bangun dan menghabiskan bubur yang sudah ia bawakan. Karena pusing yang sudah tak tertahankan aku tahu bahwa aku harus berobat. Akhirnya kami pun pergi ke Puskesmas terdekat. Masih jam setengah tujuh pagi dan belum ada petug...

Kost Baru

Gambar
13 Oktober 2015 Sudah dua minggu aku tinggal di tempat baru. Sekarang aku mengekost yang letaknya tak telalu jauh dari Minggu. Aku ingat dua minggu yang lalu, di hari Sabtu, aku diantar oleh Bapak Erik untuk membantuku mengangkut barang-barangku dari tempat tinggal yang lama. Sebelumnya aku menumpang di sebuah kantor, tempat kerja abangku. Hanya saja aku merasa kurang nyaman berada di situ. Setelah sekian lama berkutat dengan pertimbangan akhirnya aku memutuskan pindah kost. Di sini aku tidak sendiri, ada Yasima teman satu kelasku yang juga kost di sini. Ada Lily yang menghuni di sebelah kamar Yasima. Suasananya pun nyaman dan cukup tenang. Ada Sari (adik angkat pemilik kost) yang sering berkunjung ke sini. Ia juga menjadi teman kami para penghuni kost ini. Walaupun Sari tampak seperti mempunyai keterbelakangan mental, namu Sari nyaman diajak ngobrol. Ia orang yang ceria dan selalu menyapa. Sari sangat rajin dan selalu membuang sampah kami di pagi hari.

Pagi Yang Kacau

Gambar
20 September 2015 Hari ini aku terlambat bangun untuk misa. Biasanya aku sudah sadarkan diri sebelum alarmku berbunyi. Tapi tadi pagi aku tidak mampu bangun bahkan setelah alarm aku matikan. Aku mencoba membuka mata, tapi nyawaku masih setengah. Aku ingat kalau aku ingin misa pagi tapi aku tidak mampu mengangkat ragaku dari tempat tidurku yang nyaman. Aku ingat kalau aku sudah bilang ke Lia hari ini akum au misa pagi, jadi aku gengsi kalau kenyataannya nanti aku ternyata misa kedua. Di sisi lain aku tidak suka misa kedua. Cuaca sudah mulai panas karena hari sudah siang, selain itu aku tidak begitu kusyuk beribadah jika dibandingkan misa pagi. Aku tahu aku pasti terlambat tapi aku tetap mandi dan bersiap-siap dengan harapan tidak terlalu terlambat. Tapi waktu lebih cepat daripada gerakku. Jarum jam sudah menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh menit. Aku pun bergegas mengeluarkan motor dan ingin segera menuju gereja. Tapi sepertinya pagi ini mulai berantakan. Tidak ada kunci yang coc...

Kwecap Mancap

Gambar
15 September 2015 Hari Minggu kemarin aku dan mamak misa pagi bersama. Kami memilih misa pertama karena terasa lebih kusyuk dan belum panas, maklum misa saja sudah dimulai pada pukul setengah tujuh pagi jadi suasana sejuk angin pagi yang menyegarkan masih terasa jelas di sekujur raga ketimbang mengikuti misa siang hari.  Pagi itu misa dipimpin Pastor James. Minggu ini Paulus mengajarkan tentang iman lewat bacaan kedua. Ia mengingatkan bahwa iman yang sejati sesungguhnya terwujud dalam perbuatan. Jadi jika iman tanpa perbuatan sama dengan mati. Pastor James dalam homilinya juga mengingatkan untuk selalu menyatakan iman dalam perbuatan. Selama ini kita pasti juga sudah melaksanakannya, namun hal ini harus tetap diingat dan menjadi pegangan agar ajaran Kristus menjadi intensif dan kita sebagai pengikut-Nya meningkatkan perbuatan berlandaskan iman tersebut. Aku mengamininya dalam hati. Aku akui bahwa itu sangat sulit, tapi aku tak mau berkecil hati apalagi terus-terusan merasa ber...

When I See You Again

Gambar
7 September 2015 “It’s been a long day without you my friend” sepenggal lirik lagu milik Wiz Khalifa semakin menambah lirih perasaanku karena selama tiga bulan ke depan aku harus menjalani long distance relationship dengan pujaan hatiku, Erik. Tepatnya dia harus kembali ke Jogja untuk menyelesaikan urusan kuliahnya yang belum benar-benar beres. Ada jumlah SKS mata kuliah yang harus ia ikuti untuk memenuhi syarat menjadi wisudawan. Walaupun sebenarnya dia sudah melewati sidang skripsi dan telah dinyatakan lulus, ia tetap harus mengikuti aturan dari kurikulum baru yang berbeda dari kurikulum yang sudah pernah ia jalani. Awalnya terasa berat untuk kami, tapi rencana manusia tetaplah rencana jika memang bukan itu kehendak yang Maha Kuasa. Sebenarnya bukan hanya dia yang tidak terima dengan kebijakan itu, aku pun merasakan hal yang sama. Tapi apa boleh buat, seperti yang temanku bilang, mahasiswa memang manusia serba salah. Tak lama setelah Erik lulus, ia pulang ke Pontianak dan ka...

Miss My Old My Self

17 Juni 2015        Pernah gak kamu ngerasa ada “sisi” dari diri kamu yang sekarang itu udah beda dari yang dulu? Waktu kamu nyadar kalo ada beberapa hal yang berubah dalam diri kamu, entah itu sifat kamu, gaya kamu, kebiasaan kamu, atau bahkan seluruh kehidupan kamu. Dan ada kalanya kamu merindukan itu. Kamu merindukan hal-hal dari diri kamu yang lama, yang kamu rasa saat ini udah berubah. Kamu merindukannya dan sesekali pengen mengulangnya dan pengen jadi diri kamu yang dulu…

Menemukan Diri Kita

“Justru dalam hal terberat dan pada saat kondisi sulitlah kita menemukan diri kita yang sebenarnya.”

Menguji Adrenalin di Pagi Hari

Gambar
5 Juli 2014 Gambar dari google.com Kemarin mamaku pulang kampung, mengunjungi nenekku yang mulai sakit-sakitan. Jadi aku ditinggal sendirian di rumah untuk dua hari ini. Satu malam telah berlalu. Aku bangun pagi dan hendak ke toilet. Pagi-pagi aku sudah harus menguji adrenalin. Aku sangat kaget melihat ada curut di dalam kloset. Jujur aku sebenarnya takut dengan curut karena rupanya yang begitu buruk rupa, hitam dan mulutnya monyong. Curut itu nampak berusaha sangat keras untuk bisa naik merangkak keluar dari kloset. Niatku ingin buang hajat jadi hilang karena kaget bercapur geli melihat tikus hitam yang mulutnya monyong itu tengah bersitegang dengan ganasnya air di dalam kloset. Curut itu sepertinya kedinginan sekali. Tapi hatiku tidak luluh begitu saja. Mamaku bilang curut itu harus dibunuh karena jahat dan beracun. Akupun memberanikan diri mengambil penyikat WC untuk membunuhnya. Aku ngilu mendengar suaranya yang sangat melengking saat aku menekan kepalanya. Ia terus ...

Sinterklas Yang Menyusup (9 Juni 2014)

Gambar
Gambar dari google.com Hari ini aku berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya. Aku ingin mengubah kebiasaanku yang suka terlambat. Aku sekolah seperti biasa, belajar dan berbincang-bincang dengan teman-temanku di selasar sekolah sampai suatu ketika aku dan teman-temanku mendapat kabar yang cukup membuat kami terpukul sebagai pelajar. Besok di jam pertama, Bu Nunu, guru matematika paling killer akan memberikan ulangan matematika untuk bab algoritma. “Kriiiiiiiiiiing….” Bel sekolah seakan-akan  seperti pecut penyemangat kami yang sudah lelah menuntut ilmu dari pagi. Tepat pukul 12.20 aku menoleh jam yang ditempel di dinding belakang kelasku. Namun hariku belum berakhir. Setelah ini aku akan mengikuti les lagi sampai pukul setengah tiga sore, dan ekskul basket juga sudah menantiku di pukul empat nanti. Berhubung jarak sekolah dan rumahku cukup jauh, jadi aku tidak pulang ke rumah. Sekotak bekal makan siang yang disiapkan ibuku tadi pagi, baju ganti untuk olahraga nanti bes...

Mata

Gambar
28 Mei 2014 Gambar dari google.com        Aku pernah membaca suatu artikel di majalah terkemuka di Indonesia. Artikel itu menyebutkan bahwa ternyata dengan mendengar suara hujan sambil menutup mata dapat membuang kesedihan yang ada di dalam hatimu, membuat perasaanmu lebih tenang. Tapi tidak untukku. Semakin aku mendengarkan bunyi hujan yang semakin kuat, pikiranku semakin hancur, aku semakin ingin menangis, karena dengan mendengar suara hujan sambil menutup mata aku tak melihat satu ketenangan pun mengahampiri hatiku.